Hukum Imam Berdehem Dalam Shalat


Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh.
Terimakasih kepada Admin Website Pesantren NUsantara yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk berinteraksi seputar keagamaan.
Nama Saya : khairul amri
Alamat : perlak, aceh timur,  prov aceh. 
Perkenankan, saya untuk bertanya.....
Harus manakah sikap makmum dalam menyikapi Imam yg berdehem di dalam shalat di selain membaca alfihah, apakah makmum harus keluar dari shalat (tidak ikut Imam lagi) ataukah harus senantiasa mengikuti imam hingga selesai shalat..?
Mohan penjelasan dan referensi beberapa kitab ustadz

Jawaban :
Wa'alaikumus salam wr wb.
Dalam permasalahan dehem terdapat tiga pendapat dari kalangan ulama'. Dan menurut pendapat yang shohih adalah 
Jika dalam berdehem sampai terdengar mengeluarkan dua huruf maka shalat imam tersebut batal. Kecuali bagi imam yang jika tidak dehem maka tidak bisa membaca al-fatihah maka dalam hal ini dima'fu.

Dan apabila imam melakukan dehem yang sampai timbul dua huruf dengan tanpa udzur maka sikap makmum menurut qoul yang lebih shohih tetap melanjutkan shalat sampai selesai dan tidak perlu mengulangi lagi shalatnya.

المجموع ٤ / ٧٨
ﻭاﻥ ﺗﻨﺤﻨﺢ ﺃﻭ ﺗﻨﻔﺲ ﺃﻭ ﻧﻔﺦ ﺃﻭ ﺑﻜﻰ ﺃﻭ ﺗﺒﺴﻢ ﻋﺎﻣﺪا ﻭﻟﻢ ﻳﺒﻦ ﻣﻨﻪ ﺣﺮﻓﺎﻥ ﻟﻢ ﺗﺒﻄﻞ ﺻﻼﺗﻪ ﻟﻤﺎ ﺭﻭﻯ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﻗﺎﻝ " ﻛﺴﻔﺖ اﻟﺸﻤﺲ ﻋﻠﻰ ﻋﻬﺪ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻠﻤﺎ ﺳﺠﺪ ﺟﻌﻞ ﻳﻨﻔﺦ ﻓﻲ اﻻﺭﺽ ﻭﻳﺒﻜﻰ ﻭﻫﻮ ﺳﺎﺟﺪ ﻓﻠﻤﺎ ﻗﻀﻰ ﺻﻼﺗﻪ ﻗﺎﻝ ﻭاﻟﺬﻯ ﻧﻔﺴﻲ ﺑﻴﺪﻩ ﻟﻘﺪ ﻋﺮﺿﺖ ﻋﻠﻲ اﻟﻨﺎﺭ ﺣﺘﻰ اﻧﻲ ﻻﻃﻔﻴﻬﺎ ﺧﺸﻴﺔ اﻥ ﺗﻐﺸﺎﻛﻢ " ﻭﻻﻥ ﻣﺎ ﻻ ﻳﺒﻴﻦ ﻣﻨﻪ ﺣﺮﻓﺎﻥ ﻟﻴﺲ ﺑﻜﻼﻡ ﻓﻼ ﺗﺒﻄﻞ ﺑﻪ اﻟﺼﻼﺓ) الى ان قال... 
ﻭﺃﻣﺎ اﻝﺗﻨﺤﻨﺢ ﻓﺤﺎﺻﻞ اﻟﻤﻨﻘﻮﻝ ﻓﻴﻪ ﺛﻼﺛﺔ ﺃﻭﺟﻪ اﻟﺼﺤﻴﺢ اﻟﺬﻱ ﻗﻄﻊ ﺑﻪ اﻟﻤﺼﻨﻒ ﻭاﻷﻛﺜﺮﻭﻥ ﺇﻥ ﺑﺎﻥ ﻣﻨﻪ ﺣﺮﻓﺎﻥ ﺑﻄﻠﺖ ﺻﻼﺗﻪ ﻭﺇﻻ ﻓﻼ ﻭاﻟﺜﺎﻧﻲ ﻻ ﺗﺒﻄﻞ ﻭﺇﻥ ﺑﺎﻥ ﺣﺮﻓﺎﻥ ﻗﺎﻝ اﻟﺮاﻓﻌﻲ ﻭﺣﻜﻲ ﻫﺬا ﻋﻦ ﻧﺺ اﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻭاﻟﺜﺎﻟﺚ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻓﻤﻪ ﻣﻄﺒﻘﺎ ﻟﻢ ﺗﺒﻄﻞ ﻣﻄﻠﻘﺎ ﻭﺇﻻ ﻓﺈﻥ ﺑﺎﻥ ﺣﺮﻓﺎﻥ ﺑﻄﻠﺖ ﻭﺇﻻ ﻓﻼ ﻭﺑﻬﺬا ﻗﻄﻊ اﻟﻤﺘﻮﻟﻲ ﻭﺣﻴﺚ ﺃﺑﻄﻠﻨﺎ ﺑﺎﻝﺗﻨﺤﻨﺢ ﻓﻬﻮ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻣﺨﺘﺎﺭا ﺑﻼ ﺣﺎﺟﺔ ﻓﺈﻥ ﻛﺎﻥ ﻣﻐﻠﻮﺑﺎ ﻟﻢ ﺗﺒﻄﻞ ﻗﻄﻌﺎ ﻭﻟﻮ ﺗﻌﺬﺭﺕ ﻗﺮاءﺓ اﻟﻔﺎﺗﺤﺔ ﺇﻻ بالتنحنح ﻓﻲﺗﻨﺤﻨﺢ ﻭﻻ ﻳﻀﺮﻩ ﻷﻧﻪ ﻣﻌﺬﻭﺭ ﻭﺇﻥ ﺃﻣﻜﻨﺘﻪ اﻟﻘﺮاءﺓ ﻭﺗﻌﺬﺭ اﻟﺠﻬﺮ ﺇﻻ ﺑﺎﻝﺗﻨﺤﻨﺢ ﻓﻠﻴﺲ ﺑﻌﺬﺭ ﻋﻠﻰ ﺃﺻﺢ اﻟﻮﺟﻬﻴﻦ ﻷﻧﻪ ﻟﻴﺲ ﺑﻮاﺟﺐ ﻭﻟﻮ ﺗﻨﺤﻨﺢ ﺇﻣﺎﻣﻪ ﻭﻇﻬﺮ ﻣﻨﻪ ﺣﺮﻓﺎﻥ ﻓﻮﺟﻬﺎﻥ ﺣﻜﺎﻫﻤﺎ اﻟﻘﺎﺿﻲ ﺣﺴﻴﻦ ﻭاﻟﻤﺘﻮﻟﻲ ﻭاﻟﺒﻐﻮﻱ ﻭﻏﻴﺮﻫﻢ ﺃﺣﺪﻫﻤﺎ ﻳﻠﺰﻣﻪ ﻣﻔﺎﺭﻗﺘﻪ ﻷﻧﻪ ﻓﻌﻞ ﻣﺎ ﻳﺒﻄﻞ اﻟﺼﻼﺓ ﻇﺎﻫﺮا ﻭﺃﺻﺤﻬﻤﺎ ﺃﻥ ﻟﻪ اﻟﺪﻭاﻡ ﻋﻠﻰ ﻣﺘﺎﺑﻌﺘﻪ ﻷﻥ اﻷﺻﻞ ﺑﻘﺎء ﺻﻼﺗﻪ ﻭاﻟﻈﺎﻫﺮ ﺃﻧﻪ ﻣﻌﺬﻭﺭ ﻭاﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hukum Imam Berdehem Dalam Shalat"

Posting Komentar