Hukum Memakan Enthung / Kepompong Daun Jati


Pertanyaan :
Assalamualaikum wr. wb.
yai mau tanya mengenai hukum entung (kepompong daun jati), di lingkungan saya (Kab. Blora) memakan entung sudah menjadi kebiasaan, padahal secara umum kepompong /ulat itu berhukum haram karena menjijikkan, lalu bagaimana dengan masyarakat yang tidak jijik, dan itu hampir seluruh masyarakat Kab. Blora.

jika berhati-hati maka meninggalkan yang subhat lebih baik, etapi bagaimana hukumnya entung tersebut terlepas dari kehati-hatian?
mohon pencerahannya yai, terimakasih.

Jawaban :
Wa'alaikumus salam wr wb.
Hukum enthung/ ulat / kepompong adalah haram, karena sebuah alasan yaitu menjijikkan.
Hal ini berbeda dengan ulat yang berada di dalam buah-buahan atau berada di dalam daging maka halal untuk dimakan selama ulat tersebut tidak dipisahkan dengan buah-buahan atau daging tersebut.


Refrensi :

حاشية الجمل على المنهج لشيخ الإسلام زكريا الأنصاري - (10 / 433)
فروع قال الزركشي ولو حصل في اللحم دود فالظاهر التحاقه بالفاكهة ولهذا قال الخوارزمي في اللحم المدود إذا جعل في القدر فمات فيه لا ينجسه على الأصح

إعانة الطالبين - (2 / 354)
وعبارة المنهاج وكذا يحل الدود المتولد من الطعام كخل وفاكهة إذا أكل معه  قال في التحفة يعني إذا لم ينفرد أما المنفرد عنه فيحرم وإن أكل معه لنجاسته إن مات وإلا فلاستقذاره  ولو وقع في عسل نمل وطبخ جاز أكله

الموسوعة الفقهية ٥ / ١٤٣
ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻴﺔ ﻭﺍﻟﺤﻨﺎﺑﻠﺔ : ﻳﺤﻞ ﺃﻛﻞ ﺍﻟﺪﻭﺩ ﺍﻟﻤﺘﻮﻟﺪ ﻓﻲ ﻃﻌﺎﻡ ﻛﺨﻞ ﻭﻓﺎﻛﻬﺔ ﺑﺜﻼﺙ ﺷﺮﺍﺋﻂ :
ﺍﻷﻭﻟﻰ : - ﺃﻥ ﻳﺆﻛﻞ ﻣﻊ ﺍﻟﻄﻌﺎﻡ ، ﺣﻴﺎ ﻛﺎﻥ ﺃﻭ ﻣﻴﺘﺎ ، ﻓﺈﻥ ﺃﻛﻞ ﻣﻨﻔﺮﺩﺍ ﻟﻢ ﻳﺤﻞ .
ﺍﻟﺜﺎﻧﻴﺔ : - ﺃﻻ ﻳﻨﻘﻞ ﻣﻨﻔﺮﺩﺍ ، ﻓﺈﻥ ﻧﻘﻞ ﻣﻨﻔﺮﺩﺍ ﻟﻢ ﻳﺠﺰ ﺃﻛﻠﻪ . ﻭﻫﺎﺗﺎﻥ ﺍﻟﺸﺮﻳﻄﺘﺎﻥ ﻣﻨﻈﻮﺭ ﻓﻴﻬﻤﺎ ﺃﻳﻀﺎ ﺇﻟﻰ ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﺘﺒﻌﻴﺔ .
ﺍﻟﺜﺎﻟﺜﺔ : - ﺃﻻ ﻳﻐﻴﺮ ﻃﻌﻢ ﺍﻟﻄﻌﺎﻡ ﺃﻭ ﻟﻮﻧﻪ ﺃﻭ ﺭﻳﺤﻪ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻣﺎﺋﻌﺎ ، ﻓﺈﻥ ﻏﻴﺮ ﺷﻴﺌﺎ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﻟﻢ ﻳﺠﺰ ﺃﻛﻠﻪ ﻭﻻ ﺷﺮﺑﻪ ، ﻟﻨﺠﺎﺳﺘﻪ ﺣﻴﻨﺌﺬ
ARTIKEL SELANJUTNYA Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
ARTIKEL SELANJUTNYA Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

by Official Pesantren NUsantara