SHALATNYA ORANG YANG TIDAK MAMPU DUDUK


Melihat kondisi orang sakit terutama yang ada di rumah sakit, sangat begitu memperihatinkan, ada yang hanya bisa duduk tidak bisa berdiri, juga ada yang bisanya hanya tidur saja. Sedangkan yang tahapannya sangat parah, bisanya hanya melihat tanpa sepatah katapun. Bagaimanakah cara shalatnya seseorang jika tidak mampu shalat sambil duduk ?
Jawab: Dengan cara tidur miring serta menghadapkan wajahnya ke arah kiblat. Sedangkan yang lebih baik, miring di atas lambung bagian kanan seperti posisi mayit. Pendapat lain mengatakan; shalat dengan cara tidur terlentang serta menghadapkan kedua kakinya ke arah kiblat dan kepalanya agak diangkat.
Referensi:
روضة الطالبين وعمدة المفتين الجزء 1 صحـ : 236 مكتبة الإسلامية
قَالَ الْجُمْهُوْرُ وَالْعَجْزُ عَنِ الْقُعُوْدِ يَحْصُلُ بِمَا يَحْصُلُ بِهِ الْعَجْزُ عَنِ الْقِيَامِ وَقَالَ إِمَامُ الْحَرَمَيْنِ لاَ يَكْفِيْ ذَلِكَ بَلْ يُشْتَرَطُ فِيْهِ عَدَمُ تَصَوُّرِ الْقُعُوْدِ أَوْ خِيْفَةُ الْهَلاَكِ أَوْ الْمَرَضِ الطَّوِيْلِ إِلْحَاقًا لَهُ بِالْمَرَضِ الْمُبِيْحِ لِلتَّيَمُّمِ وَفِي كَيْفَيَّةِ صَلاَتِهِ وَجْهَانِ وَقِيْلَ قَوْلاَنِ أَصَحُّهُمَا أَنَّهُ يَضْطَجِعُ عَلَى جَنْبِهِ اْلأَيْمَنِ مُسْتَقْبِلاً بِوَجْهِهِ وَمُقَدِّمِ بَدَنِهِ الْقِبْلَةَ كَالْمَيِّتِ فِيْ لَحْدِهِ فَلَوْ خَالَفَ وَاضْطَجَعَ عَلَى جَنْبِهِ اْلأَيْسَرِ صَحَّ إِلاَ أَنَّهُ تَرَكَ السُّنَّةَ وَالثَّانِيْ أَنَّهُ يَسْتَلْقِيْ عَلَى ظَهْرِهِ وَيَجْعَلُ رِجْلَيْهِ إِلَى الْقِبْلَةِ وَيَرْفَعُ وِسَادَتَهُ قَلِيْلاً وَهَذَا الْخِلاَفُ فِي الْقَادِرِ عَلَى اِلاضْطِجَاعِ وَاْلاِسْتِلْقَاءِ فَإِنْ لَمْ يَقْدِرْ إِلاَّ عَلَى أَحَدِهِمَا أَتَى بِهِ قَالَ إِمَامُ الْحَرَمَيْنِ هَذَا الْخِلاَفُ فِي الْكَيْفِيَّةِ الْوَاجِبَةِ  اهـ

ARTIKEL SELANJUTNYA Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
ARTIKEL SELANJUTNYA Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

by Official Pesantren NUsantara