Melepas Alas Kaki Pada Area Pemakaman

  
)فرع ) المشهور في مذهبنا أنه لا يكره المشي في
المقابر بالنعلين و الخفين و نحوهما ممن صرح بذلك من أصحابنا الخطابي و العبدري و آخرون و نقله العبدري عن مذهبنا و مذهب أكثر العلماء قال أحمد بن حنبل رحمه الله يكره و قال صاحب الحاوي يخلع نعليه لحديث بشير بن معبد الصحابي المعروف بابن الخصاصية قال بينما أنا أماشي رسول الله صلى الله عليه و سلم نظر فإذا رجل يمشي في القبور عليه نعلان فقال يا صاحب السبتتين و يحك ألق سبتتيك فنظر الرجل فلما عرف رسول الله صلى الله عليه و سلم خلعهما رواه أبو داود و النسائي باسناد حسن ( المجموع ٥/٣١٢ (
Pendapat ulama tentang memakai sandal saat memasuki komplek pemakaman:
(1) pendapat yang masyhur dikala ngan syafiiyah adalah tidak makruh (dinukil oleh al abdari dari madzhab syafi'i dan madzhab kebanyakan ulama)
(2) pendapat imam ahmad bin han bal : makruh memasuki komplek ma kam memakai sandal
(3) komentar shohibul hawi (al mawardi) : "Orang yang memasuki komplek makam seharusnya membuka sandalnya karena hadits yang diriwayatkan basyir bin ma'bad : bahwa rasul saw berkata pada lelaki yang masuk komplek makam dengan memakai sandal : "Celaka kamu.. bukalah kedua sandalmu". HR.Abu dawud dan nasa'i.
  [ Syarh Al majmu' 5/312 ].
✅ MELEPAS SANDAL SAAT ZIARAH
Memakai sandal saat ziarah di tanah kuburan (tanah kering, bukan keramik) menurut Syafiiyah tidak makruh kecuali saat sandalnya dikhawatirkan membuat najis tanah kuburan maka haram memakainya. Pendapat lainnya menilai kemakruhannya karena dapat mengganggu kekhusyuan, kurang tawadhu'.
MELEPAS ALAS KAKI SAAT ZIARAH
المشي في المقبرة : 5 - اختلف الفقهاء في حكم المشي في المقابر على أقوال :ذهب جمهور الحنفية والمالكية وهو المشهور عند الشافعية إلى أنه لا يكره المشي في المقابر بنعلين ، وزاد الشافعية : أنه يحرم المشي إن حصل به تنجيس كمنبوشة مع المشي حافيا مع رطوبة أحد الجانبين (3) .وذهب الحنابلة وهو قول بعض الشافعية إلى أنه يكره المشي بين المقبرة بنعل ، لأن خلع النعلين أقرب إلى الخشوع وزي أهل التواضع (4) والتفصيل في مصطلح ( مشي ف 12 ، وقبر ف 2 وما بعدها ) .
(3) ابن عابدين 1 / 229 ، 606 ، والفتاوى الهندية 1 / 167 ، 5 / 351 ، والمجموع 5 / 312 ، والقليوبي 1 / 342 .
(4) المجموع 5 / 312 ، وكشاف القناع 2 / 142 .
BERJALAN DI KUBURAN
Ulama Ahli Fiqh berbeda pendapat mengenai hukum berjalan di kuburan :
{1} Mayoritas Hanafiyyah, Malikiyyah dan pendapat yang Masyhur
{2} Di kalangan Syafiiyyah menyata kan tidak makruhnya berjalan dikubu ran dengan memakai dua sandal hanya saja
{3} Kalangan syafiiyyah menambah kan keterangan “Haram berjalan bila membuat najis kuburan dengan beralas kaki yang disertai basah-basah di salah satu sandalnya (atau bahkan keduanya).
{4} Kalangan Hanabilah, dan ini pendapat yang dianut sebagian penganut madzhab syafiiyyah menilai makruhnya berjalan di antara tanah pekuburan dengan beralas kaki karena melepas sandal lebih dapat mengarah pada kekhusyuan saat ziarah, perilaku ahli tawaadhu’.
( Ibn Aabidiin I/229,606, alFataawa al-Hindiyyah I/167, V/351, alMajmuu’ V/312, alQolyuuby I/342, al-Majmuu’ V/312, Qisyaaf al-Qanaa’ II/142 ). [Al-Mausuuah al-Fiqhiyyah 38.347].

ARTIKEL SELANJUTNYA Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
ARTIKEL SELANJUTNYA Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

by Official Pesantren NUsantara