Sholat sunnah lebih baik dilakukan berjamaah atau munfarid


PERTANYAAN dari ustadz Ageng:
Gus , sholat sunnah iku afdol sendiri atau jama'ah
JAWABAN :
Jamaah dalam SHALAT SUNAH bermacam-macam jenis dan hukumnya :

المجموع
قال أصحابنا تطوع الصلاة ضربان (ضرب) تسن فيه الجماعة وهو العيد والكسوف والاستسقاء وكذا التراويح علي الاصح (وضرب) لا تسن له الجماعة لكن لو فعل جماعة صح وهو ما سوى ذلك
Kalangan pengikut madzhab Syafi’i berkata “Shalat sunah terbagi atas dua :
1.Shalat sunah yang disunahkan dilaksanakan secara berjamaah yaitu shalat ied (baik fitri atau adha), shalat gerhana (baik matahari atau bulan), shalat istisqaa dan menurut pendapat yang paling shahih shalat Taraweh.
2.Shalat sunah yang tidak disunahkan dilaksanakan secara berjamaah namun bila dilaksanakan secara berjamaah hukumnya sah-sah saja yaitu shalat-shalat sunah selain tersebut di atas

اسنى المطالب ١ / ٢٠٠
وهو أَيْ التَّطَوُّعُ قِسْمَانِ قِسْمٌ تُسَنُّ له الْجَمَاعَةُ وهو أَفْضَلُ مِمَّا لَا تُسَنُّ له جَمَاعَةٌ لِتَأَكُّدِهِ بِسَنِّهَا له وَلَهُ مَرَاتِبُ أَخَذَ في بَيَانِهَا فقال وَأَفْضَلُهُ الْعِيدَانِ لِشَبَهِهِمَا الْفَرْضَ في الْجَمَاعَةِ وَتَعَيُّنِ الْوَقْتِ وَلِلْخِلَافِ في أَنَّهُمَا فَرْضَا كِفَايَةٍ …. وَقِيلَ إنَّ عَشْرَهُ أَفْضَلُ من الْعَشْرِ الْأَخِيرِ من رَمَضَانَ ثُمَّ الْكُسُوفُ لِلشَّمْسِ ثُمَّ الْخُسُوفُ لِلْقَمَرِ لِخَوْفِ فَوْتِهِمَا بِالِانْجِلَاءِ كَالْمُؤَقَّتِ بِالزَّمَانِ …ثُمَّ الِاسْتِسْقَاءُ لِتَأَكُّدِ طَلَبِ الْجَمَاعَةِ فيها ثُمَّ التَّرَاوِيحُ…. وَقِسْمٌ لَا تُسَنُّ له الْجَمَاعَةُ وهو الرَّوَاتِبُ التَّابِعَةِ لِلْفَرَائِضِ وَغَيْرِهَا كَالضُّحَى وَأَفْضَلُهَا الْوِتْرُ….
Shalat sunah terbagi atas dua :
1. Shalat sunah yang disunahkan dilaksanakan secara berjamaah, shalat ini lebih utama ketimbang shalat sunah yang tidak disunahkan dilaksanakan secara berjamaah karena kukuhnya kesunahannya dan keutamaan shalat sunah ini terdapat tingkatan-tingkatan :
a. Shalat dua hari raya (ied fitri dan adha), shalat ini lebih utama ketimbang shalat-shalat sunah lainnya karena menyerupainya dengan shalat wajib sebab disyariatkannya dilaksanakan secara berjamaah, ketertentuan waktunya dan karena ada pernyataan ulama yang menyatakan hukumnya fardhu kifayah
b. Shalat gerhana matahari kemudian gerhana bulan karena keterbatasan waktu kesunahannya dengan ditandai pulihnya matahari atau bulan dari gerhana maka seolah seperti shalat yang dibatasi dengan waktu
c. Shalat istisqaa
d. Shalat Tarawih
2. Shalat sunah yang tidak disunahkan dilaksanakan secara berjamaah seperti shalat rawatib (shalat sunah yang mengikuti shalat wajib) dan shalat sunah lainnya seperti shalat dhuha yang lebih utama dari jenis shalat sunah ini adalah shalat witir.
Sedangkan jika sholat sunnah yang tidak disunahkan untuk berjamaah namun dilakukan dengan berjama'ah itu boleh (tidak dimakruhkan dan juga tidak disunnahkan)

بغية المسترشدين ١ / ١٣٦
)
مسألة : ب ك) : تباح الجماعة في نحو الوتر والتسبيح فلا كراهة في ذلك ولا ثواب ، نعم إن قصد تعليم المصلين وتحريضهم كان له ثواب ، وأي ثواب بالنية الحسنة ، فكما يباح الجهر في موضع الإسرار الذي هو مكروه للتعليم فأولى ما أصله الإباحة ، وكما يثاب في المباحات إذا قصد بها القربة كالتقوّي بالأكل على الطاعة ، هذا إذا لم يقترن بذلك محذور ، كنحو إيذاء أو اعتقاد العامة مشروعية الجماعة وإلا فلا ثواب بل يحرم ويمنع منها.
Sholat witir/ tasbih atau sholat yang tidak disunnahkan dilakukan secara berjamaah mamun dilakukan secara berjamaah maka hukumnya BOLEH tidak makruh dan tidak berpahala, tetapi kalau bertujuan memberi dorongan atau pelajaran untuk melakukannya maka berpahala yang demikian tersebut apabila jamaahnya dalam sunah tersebut tidak menimbulkan hal-hal yang diharamkan seperti menyakiti atau memberi kesan bahwa shalat tahajjud tersebut disyariatkan dilakukan dengan cara berjamaah maka menjadi haram hukumnya.

ARTIKEL SELANJUTNYA Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
ARTIKEL SELANJUTNYA Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

by Official Pesantren NUsantara