Di perjalanan melakukan jama' sampai rumah waktu sholat masih ada

Pertanyaan dari Kyai Na'im (Grobogan) :
Mohon pencerahanya poro yai, jika kita melakukan perjalanan pulang waktu isyak diperkirakan sudah sampai rumah. ..bolehkah sholatnya di jama'
Jawab:
Qoshor diperbolehkan bagi orang2 yang saat itu berada dalam perjalanan bukan orang yang menyengaja ('azim) saja, namun perlu di ingat bahwa yang dianggap dalam qoshor adalah permulaan bukan akhiran, sehingga kalau seseorang sudah mengqoshor dan ia dalam keadaan sudah safar (sudah keluar dari dusunya), namun tidak jadi berangkat brpergian maka shalat qoshornya tetap sah dan tidak wajib mengulangnya.
Sedangkan dalam permasalah ini (pertanyaan) kita ilhaqkan ke permaslaahan diatas dengan wajah persamaan sama-sama masih dalam perjalanan
الباجوري ١. ص ٢٠٢
(
المتلبس بالسفر).... واشار الشارح بذلك الى أنه يجوز له القصر من حين تلبسه بالسفر ولا يتوقف على قطع المسافة بالفعل فالجواز من ابتدائه لا من انتهائه
الباجوري ١. ص ٢٠٢
(
بخمس شرائط) اى على ما ذكره المصنف والا فقد ترك شروطا آخر. الاول دوام السفر يقينا في جميع صلاته، فلو انتهى سفره فيها كأن بلغت سفينته دار اقامته أو شك في انتهائه أتم لزوال سبب الرخصة في الأولى وللشك فيه في الثانية
مغني المحتاج ج١. ص ٢٨٦
(
ومن قصد سفرا طويلا فسار ثم نوى ) وهو مستقل ماكث ( رجوعا ) عن مقصده إلى وطنه أو غيره للإقامة ( انقطع ) سفره سواء أرجع أم لا لأن النية التي استفاد بها الترخص قد انقطعت وانتهى سفره فلا يقصر ما دام في ذلك المنزل كما جزموا به لكن مفهوم كلام الحاوي الصغير ومن تبعه أنه يقصر وهو خلاف المنقول ولا يقضي ما قصره أو جمعه قبل هذه النية وإن قصرت المسافة قبلها
“Barangsiapa mermaksud bepergian jauh (kemudian ditengah jalan) ia mengurungkan maksudnya dengan kembali pada daerah tempat tinggalnya atau daerah lain dengan tujuan iqamah (menempat disana) maka terputuslah sejak saat itu bepergiannya baik ia pulang ke rumahnya atau tidak karena niat yang memperkenankannya kemurahan (bagi musafir) telah terputus dan terputus pulalah bepergiannya sehingga tidak lagi diperkenankan baginya menjalani qashar shalat selama selama ia berada ditempat tinggalnya sebagaimana yang telah ditetapkan oleh ulama fiqh tetapi menilik yang dapat diambil kefahaman dari pernyataan dalam kitab al-Haawy as-Shoghiir baginya msih boleh mengqashar dan ini jelas menyalahi apa yang telah ternukil, dan tidak perlu baginya mengqadhai shalat yang telah ia qashar atau jamak sebelum ia mengurungkan niat bepergiannya meskipun bepergian yang ia lakoni masih dalam jarak tempuh yang teramat pendek (asalkan sudah keluar dari batas desa)”

ARTIKEL SELANJUTNYA Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
ARTIKEL SELANJUTNYA Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

by Official Pesantren NUsantara