PERANG PEMIKIRAN GAZWUL FIKRI ALA PKS


✓* Ada doktrin yang diajarkan di liqo-liqo ala PKS,
bahwa saat ini sedang terjadi perang pemikiran atau istilah mereka gazwul fikri. Perang itu, katanya terjadi antara kaum muslimin lawan Kafir??
Siapakah lawannya? Ya, semua pihak yang dianggap berseberangan dengan mereka.
✓* Karena dunia ini sedang terjadi perang pemikiran, maka doktrin yang dijejalkan kepada jama'ah nya adalah jangan percaya pada pemikiran yang berasal dari orang /  kelompok lain!!!.

✓ * Bukan hanya jangan percaya tetapi juga dilarang mengakses perkembangan pemikiran lain. Rasa curiga ditimbulkan untuk menjadi pagar pembatas agar tidak ada informasi lain yang masuk di kepala jama'ah nya!!?
✓* Dalam mengkaji agama misalnya, mereka mengharamkan kitab kitab yang karya ulama  yg dianggap tidak sejalan.
Bacaanya berputar disitu-situ saja.
Kitab  pegangannya karangan Hasan Albanna, Sayed Qutub, Hasan at-Turabi, Said Hawwa atau Yusuf Qardawi.
✓* Bahkan Murabi atau pengajar liqo mengharamkan muridnya membaca buku-buku karangan orang di luar kelompoknya. Alasannya jangan sampai fikiran mereka dijajah.
Sebetulnya yang ditakutkan jangan sampai fikiran jama'ah nya terbuka, sehingga kehilangan pengikutnya.
✓* Akibatnya kebenaran yang mereka yakini hanya berdimensi tunggal./ (bener karepe Dewe)
Tidak ada pembanding untuk mengujinya. Disini doktrin lebih terasa dibanding proses pencarian.
✓* Dengan latar belakang seperti inilah kita berhadapan dengan  orang-orang PKS.
Ketika pimpinannya berkata harga bensin naik, semuanya langsung nyerocos harga bensin naik. Seperti burung beo yang bicara tanpa makna.
Padahal yang naik harga Pertamax dan sekelasnya, sementara harga BBM jenis lainnya tetap. Tapi mereka gak mau tahu, kalau kata pimpinannya harga bensin naik, berarti ya, naik.
Kalaupun harga Premium dan Pertalite tidak naik, mereka akan terus menerus mengatakan itu naik.
Ketika mereka ke SPBU membeli Pertalite dengan harga yang biasa, mereka akan menganggap harganya naik. Antara pernyataan tidak harus sama dengan kenyataan. Inilah salah satu keberhasilan doktrin : antara keyakinan dan realitas bisa jauh berbeda.
✓* Itu baru satu kasus ekstrim. Ada banyak kasus lain yang bisa kita ajukan. Mereka misalnya dicekoki informasi bahwa umat islam di Indonesia sedang dizalimi pemerintah. Ulama di kriminalisasi .
Walaupun disodorkan bukti bahwa umat islam baik-baik saja --malah justru kadang menindas umat agama lain secara kasar-- tapi mereka gak akan percaya.
✓* Kalau Rocky gerung berkata kitab suci adalah fiksi dan pentolan PKS gak ada yang protes, maka pengikutnya akhirnya juga yakin kebenaran omongannya Rocky. Walhasil mereka lebih percaya fiksi yang ditiup-tiupkan ke telinganya ketimbang mengakui realitas.
✓* Sebab mereka memang seperti orang yang memenjarakan pikirannya sendiri dari informasi apapun di luar dari kelompoknya. Jadi percuma juga kita bicara soal proses mencari kebenaran, soal fakta, soal begitu banyaknya fikiran yang bisa diakses dan dipelajari atau soal mana fakta mana hoax, mana yang logis mana yang ngaco. Gak akan tembus ke telinganya.
✓* Soal demo di depan markobar, misalnya. Kita memandang itu tindakan yang non-etika dan norak. Masa demo di warung milik seorang anak Presiden yang gak ada sangkut pautnya dengan politik.
Tapi gak begitu bagi mereka. Demo itu adalah bagian dari jihad. Mereka bisa merumuskan sendiri apa itu jihad yaitu sepanjang bersesuaian dengan kepentingannya.
✓* Jadi bisa dibayangkan bagaimana mereka memandang orang lain di luar kelompoknya. Bagaimana mereka memandang perbedaan pandangan politik apalagi agama. Singkatnya mereka berfikir seperti kampret dalam Gua.
✓* Bisa dibayangkan jika yang terkena doktrin seperti ini adalah anak Anda. Atau saudara Anda. Apa gak jadi ribut setiap kali ada beda pandangan. Sebab dalam perang pemikiran, otomatis yang berbeda adalah musuh.
©¥®~ Lalu bagaimana cara menghadapi spesies ini?
✓* Ya, gak usah pakai argumen yang menjelimet.
Gak akan ada gunanya. Mereka sudah menolak, bahkan sebelum mendengar argumentasi kita.
Hanya ada satu tindakan
#hapus_pks2019
ARTIKEL SELANJUTNYA Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
ARTIKEL SELANJUTNYA Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

by Official Pesantren NUsantara